Selasa, 22 Juli 2008

Men Demokrasi kan Pemilu:

Resensi buku:
Joko P Prihatmoko,
Men Demokrasi kan Pemilu:
dari Sistem sampai Elemen Teknis,
kerjasama LP3M UNWAHAS dan Pustaka Pelajar, Semarang, 2007ยต

Pemilu merupakan salah satu batu penyangga demokrasi. Oleh karena itu kualitas suatu pemilu, baik sistem hingga teknis, harus mendapat perhatian serius. Mayoritas orang berkonsentarasi pada kadar keterbukaan, keadilan dan kejujuran suatu pemilu. Kendati hal itu penting dan tidak boleh diabaikan, namun pada umumnya sering menyita perhatian mereka dalam menentukan sistem pemilu mana yang dipilih. Padahal sistem pemilu memiliki pengaruh yang kuat terhadap karakter kompetisi para kompetitor peserta pemilu, yang pada gilirannya nanti, akan berdampak pada laju jalannya demokrasi suatu bangsa.
......
Apakah kompetitor akan berkoalisi ataukah sebaliknya. Apakah partai dengan krateria tertentu dapat menjadi kompetitor ataukah tidak. Apakah tingkat keterwakilan masyarakat proporsional ataukah tidak. Apakah antara pemilih dan yang dipilih memiliki kedekatan yang tinggi ataukah tidak semuanya memiliki kaitan yang erat dengan sitem pemilu yang dipilih.
......
Terdapat beragam varian sistem pemilu, yang dikelompok-kelompokan pada rumpun-rumpunnya masing-masing. Berbagai model sistem pemilu tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan jika dibanding dengan yang lain. Misalnya sistem perwakilan proposional, yang memiliki kelebihan keterwakilan yang akurat, namun memiliki kekurangan, hubungan wakil dan yang diwakili jauh. Di sisi lain perwakilan pluralitas mayoritas yang walaupun drajat keterwakilannya rendah namun memiliki kelebihan hubungan wakil dan yang mewakili dekat. Sementar di indonesia menggunakan variasi gabungan dari berbagai sistem pemilu, dengan maksud meminimalisir berbagai kekurangan dan memaksimalkan berbagai kelebihan.
Buku, men Demokrasi kan Pemilu: dari Sistem hingga Teknis, buah pikir Joko J Prihatmoko, memiliki bobot akademis yang memadai sehingga layak menjadi referinsi baik bagi para praktisi maupun akademisi. Tidak pelak lagi, munculnya suatu gagasan tidak dapat dilepaskan sedikitnya dari tiga faktor, (1) informasi yang diperoleh (2) keyakinan seseorang dan (3) seting sosial politik yang melingkupinya. Tak terkecuali gagasan yang ditawarkan Joko tersebut lahir dari kolaborasi ketiga faktor itu.
.....
Buku tersebut berisi 33 tulisan penulis yang tersebar di tiga surat kabar populer, Suara Merdeka, Wawasan dan Kompas Jawa Tengah. Dan dikalsifikasikan kedalam empat bab: yaitu 3 tulisan di bawah judul bab Arah Perubahan Politik Pemilu; 13 tulisan di bawah judul bab Demokratisasi Sistem Pemilu: dari sistem sampai elemen teknis; 14 tulisan di bawah judul bab Dinamika Demokrasi dalam Pilkada; dan 3 tulisan terakhir di bawah judul bab Jalur Independen: Politik Reaksi menimbulkan Reaksi Politik.
......
Buku dengan 33 tulisan tersebut nampak kabur dari perspektif analisis, karena pada dasarnya tulisan-tulisan itu tidak dimaksudkan untuk membahas persoalan yang dimunculkan. Kendati demikian, itu adalah hal wajar. Sebagaimana buku-buku lain yang juga terdapat kelebihan dan kekurangannya, tidak dapat dipung kiri, gagasan-gagasan yang ditawarkan juga memberikan kontribusi yang berarti bagi bangsa kita yang sedang belajar ber demokrasi. (by: Pramono)

Tidak ada komentar: